Kamis, 16 Desember 2021

Event Today; edisi December16th 2021

Mengawali kegiatan pagi ini ditemani hujan yang terus mengguyur bumi sejak subuh. Membuka perjalanan dengan do'a agar segala urusan hari ini mudah dan lancar. Kabar pertama di WAG yang muncul kabar duka dari Ibu Eunike Pangaribuan. Setelah mengucapkan belasungkawa WAG dihentikan sementara untuk melanjutkan perjalanan menuju sekolah.

Hujan masih terus berlanjut. Cukup deras. Membuat kaca mobil menjadi buram dan perjalanan menjadi lebih lambat.

Sekitar pukul 7.30 wib, penulis sampai di sekolah. Membuka perpustakaan dan menyiapkan diri untuk mengawas ulangan PAS di kelas 8A. Setelah mengambil amplop soal di ruang guru yang diserahkan ibu Hastuti, penulis langsung membawa amplop dan begegas menuju kelas 8A.

Suasana di kelas sangat tertib. Siswa sudah duduk di dalam kelas dengan rapi. Beberapa siswa terlihat masih mengenakan jaket atau sweater. Pastinya untuk melindungi saat hujan di perjalanan tadi. Penulis selaku pengawas meminta siswa berjaket untuk melepas jaket di dalam kelas. Mereka pun mengerjakan dengan patuh. Hal ini bertujuan agar siswa kelihatan rapi dan tertib berseragam.

Pengawas memandu siswa berdoa menurut agama masing-masing sebelum memulai ulangan. Usai berdoa, pengawas membagikan lembar soal, lembar jawaban dan daftar hadir.

Siswa yang mengikuti Ulangan PAS ini di kelas 8A Gelombang 1 berjumlah 16 orang. Tidak ada yang absen. Semua hadir tepat waktu. Mata pelajaran pertama adalah SBK.

Sesaat setelah membagikan soal dan lembar jawaban, penulis menerima telephone dari Bapak Kepala Sekolah. Beliau menugaskan agar penulis menghadiri acara Penganugrahan Inovasi Perangkat Daerah (IGA). Hal ini dikarenakan guru penerima IGA award 2021, Ibu Lidya Ardiyan sedang berada di luar daerah. Sementara Bapak Kepala Sekolah harus mengikuti rapat penting MKKS pada waktu yabg sama.

Setelah mendapat Surat Tugas dari Bapak KepalĂ  Sekolah, penulis berangkat ke Kantor Bupati Kabupaten Deli Serdang.

Acara berlangsung di Aula Cendana dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Deli serdang, H.M. Ali Yusuf Siregar. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Kepala Bapeda Kabupaten Deli Serdang. 

Selanjutnya, kata sambutan dari Ketua tim Juri lomba inovasi. Inovator adalah agen perubahan. Tujuan inovasi mencipatakan, melakukan perbaikan penyempurnaan dari sistem organisasi, material, bahan, desain kerja sesuai keadaan jaman agar diperoleh hasil optimal dan nilai tambah. Inovasi adalah temuan dan benefit. Setiap inovasi harus efektif dan efisien dikaitkan dengan teknologi 4.0 dalam bentuk koordinasi. Tujuan lain kegiatan inovasi untuk memotivasi inovator untuk terus berinovasi dan diadakan secara kontinyu. Terus berkarya dan jadikan karya sebagai amal ibadah.

Kepala Balitbang Prov. Sumut, Bapak Hariyanto Butar butar. Suatu bangsa dikatakan maju dilihat dari tingkat inovasi di negara tersebut. Kecepatan layanan dan menciptakan birokrasi yang produktif dan inovatif. Inovasi adalah reformasi birokrasi kontekstual. Sumut memiliki 44 inovasi. Kab delu serdang menjadi juara favorit ds mall. Inovasi berkaitan dengan masyarakat. Perbaikan secara bertahap dan meningkatkan kualitas layanan. Meningkatakan inovasi untuk terus berubah. Yang perlu ditingkatkan adalah kualitas inovasi. Kemendagri menilai inovasi dilihat dari efiesiensi inovasi tersebut. Inovasi yang berupa kebijakan mendapat poin yg tinggi dalam lomba inovasi yang bersifat mencakup banyak orang dan digunakan secara efisien. Harapnnya, ada perda tentang inovasi sebagai ukuran keberhasilan OPD. Diharapkan untuk mewajib satu OPD satu inovasi.

Para finalis IGA berjumlah 12. Deli serdang mall, Karindi, Kenang lemu, Gaplek online, Sipelakor, Rimote Tl, labdel membaca, perak kencana, bukcersi, open ended. 

H.M. Ali Yusuf Siregar dalam sambutannya membacakan kata sambutan dari Bupati Deli Serdang. Terimakasih kepada semua pihak yang berkaitan dengan tahapan inovasi. Inovasi adalah kunci untuk menyelesaikan masalah pembangunan daerah. Pemda mendorong ikovasi mellaui lomba yang melibatkan masyarakat luas. Bapeda memantau peningkatan dan perkembangan inovasi daerah. Berinovasi dan  tetap semangat untuk terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik.

Pemenang lomba inovasi daerah tahun 2021. Juara favorit diraih SMPN 1 Labuhan Deli dengan inovasi Labuhan Deli Membaca. Juara 3 diraih Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata dengan inovasi Kenang Lemu. Juara 2 diraih Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan inovasi Gaplek Online. Dan juara 1 diraih Dinas Pendidikan dengan inovasi Sipataloka Mesra Bertuah. Selain penghargaan tersebut diberikan juga penghargaan kepada juara Delser Idol 2021.

Setelah pengumuman juara inovasi daerah, acara dilanjutkan dengan mendengar kata sambutan dari Kepala Balitbang Kemendagri Dr. Agus Fathony, M.Si. Pada intinya beliau mengapresi kegiatan ini yang dilaksanakan Kabupaten Deli Serdang. Beliau juga menyampaikan bahwa inovasi merupakan perubahan yang dibuat dengan tujuan menyelesaikan masalah dan meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik. Bapeda bertugas memantau dan mengawasi perkembangan inovasi yang terjadi di daerah. Kegiatan ini akan diadakan setiap tahun sebagai alat ukur kualitas pelayanan publik.

Acara ditutup dengan foto bersama para juara dan pihak-pihak yang terkait dengan lomba inovasi ini.


Senin, 13 Desember 2021

PAS edisi 14 Desember 2021

Penilaian akhir semester (PAS) di SMPN 3 Lubuk Pakam pada hari Selasa tanggal empat belas Desember dua ribu dua puluh satu berjalan tertib dan lancar. Diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Bapak Kepala Sekolah, Mhd. Juhum, M.Pd. Beliau memberi penguatan kepada siswa agar tetap menyelesaikan seluruh tugas dari semua mata pelajaran di Google Classroom (GC). Tujuan utamanya agar siswa lebih giat dalam menyelesaikan tugas di GC sehingga tidak terkendala dalam pembagian Laporan Hasil Belajar Peserta Didik (LHBPD) semester ganjil tahun 2021. Beliau juga mengingatkan agar semua siswa tetap menjaga kebersihan kelas selama PAS berlangsung. Setelah apel pagi dilanjutkan dengan kegiatan PAS di kelas masing-masing. 

Pengawas PAS mengambil amplop soal di ruang guru dengan panitia pemandu Ibu Hastuti, M.Pd. Sesudah pengambilan amplop setiap pengawas memasuki ruang PAS masing-masing. Sekitar pukul delapan dua puluh ulangan PAS dimulai. Mata pelajaran pertama adalah PKn. Penulis mendapat tugas mengawas di kelas 9B gelombang 2 atau gelombang B. Jumlah peserta seluruhnya 16 orang. Peserta didik laki-laki berjumlah 8 orang dan perempuan 8 orang. Semuanya hadir tepat waktu. 

Para siswa mengikuti ulangan PAS dengan tertib. Tertib atribut, tertib sikap, dan tertib tempat. Semua siswa berpakaian seragam lengkap dengab atribut. Bersikap cukup kooperatif selama kegiatan berlangsung dengan cara mematuhi peraturan yang di sampaikan pengawas ruang dan permisi dengan sopan ketika akan ke kamar mandi. Secara mandiri siswa menjaga kebersihan kelas sehingga kelas tetap bersih dan rapi.




Satu hal yang menarik bagi penulis adalah pojok baca di kelas 9B yang belum dirapikan. Buku-buku Penulis meminta kepada seorang siswa yang menjadi duta baca untuk menertibkan buku bacaan di pojok baca agar lebih bermanfaat. 

Bel berbunyi, ulangan sesi pertama selesai. Pengawas mengumpulkan lembar jawaban dan lembar soal yang sudah dikerjakan siswa. Pengawas menyusun lembar jawaban sesuai nomor urut absensi siswa; mulai dari nomor terkecil hingga terbesar. Memasukkan semua lembar jawaban, lembar soal dan lembar daftar hadir ke dalam amplop mata pelajaran PKn. 

Sesi kedua dilanjutkan dengan amplop soal PJOK. Terdapat 16 eksemplar lembar soal dan jawaban serta 1 lembar daftar hadir. Setelah pengawas membagikan lembar soal, jawaban dan daftar hadir, siswa mengerjakan soal dengan tertib. 

Untuk menjawab soal, beberapa siswa menggunakan gestur sebagai alat bantu menjawab soal sebab PJOK merupakan mata pelajaran praktis yang harus dilakukan. Hal ini berlaku bagi siswa dengan gaya belajar kinestetis. Menggunakan gerakan tubuh menjadi cara belajar siswa dengan gaya belajar ini. Hal inilah yang penulis temukan di kelas 9B gelombang 2 ini. Siswa cenderung reaktif terhadap stimulus gerak.

Secara umum, penilaian akhir semester di kelas 9B berjalan lancar. Semoga sampai berakhir nantinya akan tetap lancar dan manfaat. Salam sukses.


Rabu, 08 Desember 2021

Evaluasi Pembelajaran Semester Ganjil (1)

 PAS day 1 

Kamis, 09 Desember 2021

Mengevaluasi pembelajaran merupakan salah satu tugas guru. Penilaian terhadap peserta didik pada akhir semester diselenggarakan dalam bentuk Penilaian Akhir Semester (PAS) setelah melalui pembelajaran daring dan luring selama satu semester serta pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) yang dimulai pada September 2021. PAS ini menjadi indikator evaluasi pembelajaran siswa dalam menilai pengetahuan yang mereka peroleh selama pembelajaran hybrid diberlakukan di sekolah. Berbagai kendala dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat guru untuk memacu siswa merampungkan tugas-tugas sebagai bukti keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajarnya.

Sesuai waktu yang sudah dijadwalkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang melalui unit pendidikan formal satuan pendidikan SMP Negeri 3 Lubuk Pakam maka Penilaian Akhir Semester dilaksanakan pada tanggal 9 - 22 Desember 2021. Pelaksanaan penilaian ini dilakukan secara tatap muka terbatas dengan jumlah peserta didik 16 orang setiap kelas. Pembagian gelombang kelas ini dibuat berdasarkan daftar absensi siswa. Nomor urut absensi 1 - 16 disebut sebagai gelombang A dan nomor urut absensi 17 - 32 disebut sebagai gelombang B. Kepengawasan penilaian ini dilakukan oleh guru-guru mata pelajaran yang ada di SMPN 3 Lubuk Pakam. Jadwal pengawas dibuat dengan penomoran untuk nama-nama pengawas. Hal ini bertujuan mengefektifkan jadwal kepengawasan PAS. 

Proses pelaksanaan PAS di hari pertama berjalan lancar. Diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Bapak Kepala Sekolah, Mhd. Juhum, M.Pd. Dalam arahannya beliau menyampaikan agar seluruh peserta didik tetap menjaga ketertiban dan kedisiplinan selama ulangan berlangsung. Peserta didik cukup tekun mendengarkan arahan tersebut. Setelah bubar barisan, semua peserta didik masuk ke kelas masing-masing dengan tertib.

Ulangan dimulai pukul 8.00 wib sampai pukul 10.00 wib. Sesi pertama ulangan adalah mata pelajaran Prakarya dengan jumlah soal 50 item. Sesi kedua mata pelajaran IPS dengan jumlah soal 50 item. Proses ulangan berjalan lancar. Siswa cukup tertib mengikuti ulangan. 

Penulis mendapat jadwal di kelas 9B dengan jumlah siswa 16 orang. Semua peserta didik di kelas ini hadir. Mereka juga sangat kooperatif dengan patuh terhadap peraturan sekolah baik mengenai atribut, prokes dan juga ketertiban dan kenyamanan kelas. Peserta didik memakai seragam lengkap, duduk dengan posisi zig zag agar berjarak satu dengan lainnya. Kondisi kelas 9B cukup nyaman dan bersih. Hal ini menjadi penilaian yang lebih baik bagi peserta didik 9B. Semoga keadaan seperti ini bisa terus berjalan lancar sampai selesainya penilaian akhir semester.


Selasa, 02 November 2021

Resume GMLD pertemuan 1

Senin, 01 November 2021

        Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) pertemuan pertama dimulai. Pertemuan ini dimulai pukul 16.00 wib melalui media sosial WAG GMLD dengan panduan Pak Dail Ma'ruf. Tema yang disajikan pada pertemuan awal ini sangat menarik "Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak". Membaca judulnya saja membuat pembaca semakin tertarik ingin mengetahui apa dan bagaimana Digital Space yang aman bagi anak, ditambah lagi dengan flyer yang menarik. Menambah rasa ingin tahu untuk belajar lebih lanjut.


        Pembukaan oleh Pak Dail dimulai dengan menyapa narasumber Om Jay dan dilanjutkan dengan menyampaikan informasi jumlah peserta yang mengikuti GMLD ini dari 1- 6 dengan jumlah peserta sekitar 1500 orang. 
        Narasumber menyampaikan tema utama literasi digital pada pertemuan ini. Pemaparan judul yang sangat jelas dan mudah diingat oleh peserta.

Kemudian, narasumber menjelaskan mengenai tema-tema yang akan diperoleh peserta selama pelatihan. Tema-tema inilah yang akan menjadi tagihan kepada peserta untuk menyelesaikan program pelatihan Guru Motivator literasi Digital (GMLD). Seluruh tema berjumlah 20. Semua tema yang disajikan berkaitan erat dengan literasi digital yang memang sedang berkembang sekarang ini. Pada pertemuan 1 ini Om Jay menjadi narasumbernya.
Materi tentang Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak ini sudah pernah disajikan Om Jay pada webinar digital kominfo dan dapat dilihat pada link https://youtu.be/hUdAcgYD5X8.
        Bagaimana cara membangun tempat yang aman untuk anak dalam bermedia digital? inilah yang menjadi pertanyaan utama diskusi pada pertemuan ini. Sebelum melanjutkan, Om Jay tidak lupa untuk memperkenalkan diri sebagai Sekjen IKatan Guru TIK PGRI. Juga Founder kelas menulis dan Bicara PGRI. Biodata lengkap beliau dapat dibaca di https://wijayalabs.com/about.
        Narasumber menginformasikan bahwa materi diskusi ini sudah pernah beliau tulis di kompasiana.com/wijayalabs, selain itu pembaca juga dapat mengakses  pada link https://www.kompasiana.com/wijayalabs/6111607f6e7f01435744e732/membangun-digital-space-yang-aman-pada-anak?page=all#sectionall. Om Jay juga menyampaikan bagi peserta yang belum ikut acara webinar dan openceremony kegiatan ini, bisa membaca di https://wijayalabs.com/2021/10/29/rekaman-acara-webinar-guru-motivator-literasi-digital/. Melalui link ini, peserta dapat memahami maksud dan tujuan kegiatan pelatihan ini.
        Literasi digital dalam pembelajaran menjadi tayangan penting untuk membuka wacana digital peserta. Dimulai dengan kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital. Keempatnya harus dikuasai seorang guru agar mampu menyampaikan kepada peserta didik untuk berliterasi digital.

 Penguasaan guru terhadap literasi digital seperti dijabarkan pada gambar di atas akan mampu menciptakan keamanan digital para peserta didik dan juga anak-anak di rumah. Cara yang digunakan untuk membangun keamanan digital dapat dilihat pada gambar berikut ini.


        Pertama kita mengajak anak untuk memahami perkembangan dunia digital yang terus berkembang. Kedua kita  harus memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital. Ketiga, Kita harus menyadarkan anak tentang apa saja resiko kejahatan pada anak dan keempat bagaimana cara aman dan nyaman berinternet bersama keluarga tercinta. 
        Host bertanya tentang , bagaimana cara memberikan kesadaran kepada anak agar anak dekat pada orang tua dibandingkan dekat dengan gedjet terutama saat pandemi  covid?. Lalu, narasumber memaparkan cara membangun keamanan berliterasi digital terhadap anak. Pemahaman terhadap keamanan anak di dunia digital ini harus ditanamkan pada orang dewasa agar dapat disampaikan kepada anak secara bijak. Inilah cara menyadarkan anak untuk dapat berliterasi digital dengan aman. Hal paling penting yang harus disampaikan kepada anak adalah Tidak mengumbar segala hal yang bersifat pribadi di media digital atau media sosial. Ketidaktahuan dan ketidakmampuan menggunakan media digital dengan baik dan benar, membuat anak-anak menjadi korban kejahatan media digital. Bahkan banyak juga orang dewasa yang menjadi korbannya. Kita harus mulai belajar di media digital dan usahakan sudah membuka website https://literasidigital.id
        Konten pornografi yang muncul tidak dengan sengaja saat anak mengakses media sosial menjadi masalah yang sangat urgen. Maka orang tua dan guru harus mampu menjadi pemandu buat anak dan peserta didiknya. Ada baiknya pembaca menyimak link berikut https://literasidigital.id/video-literasi-digital/.
        Banyak orang saat ini tidak memahami bahkan tidak peduli dengan bahaya yang dapat mengancam anak-anak. Itulah mengapa narasumber memprakarsai untuk membuka kelas GMLD, walaupun kominfo juga telah melaksanakan berbagai webinar literasi digita secara masif di setiap kota dan kabupaten setiap hari di internet. Pengguna terkadang dengan mudah saling berbagi informasi termasuk data yang sifatnya pribadi kepada orang yang baru dikenal. Akibatnya data privasi dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Terutama bagi pengguna anak-anak di bawah umur. Data privasi pengguna dengan mudah diperjual belikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di media digital ,bisa untuk menipu , memeras dan tindakan kriminal lainnya.
        Dari hasil survey Google bersama Trust dan Safety research pada bula Februari 2021, ada 51 % orang tua di Indonesia merasa khawatir tentang keamanan digital anak. Bahkan ada 42 % orangtua mengkhawatirkan 3 hal yaitu keamanan informasi anak, anak-anak menerima konten yang tidak pantas, dan anak-anak menerima perhatian dari orang yang tidak dikenalnya. 

     
        
        Apabila keburukan digital ini terus berlangsung maka mengakibatkan hancurnya generasi masa depan bangsa. Resiko kejahatan di ruang digital pada anak yang sering terjadi adalah kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan seksual dan lain-lain yang bisa dibaca di media sosial. Kasus grooming kasus pelecehan seksual pada anak dengan modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak mulai banyak ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setioap tahunnya. Kita sebagai orang tua dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital. Pembaca dapat mengakses beritanya pada link berikut; https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4747446/ratusan-anak-di-jabar-masuk-rs-jiwa-karena-kecanduan-ponsel-ini-gejalanya, https://id.theasianparent.com/child-grooming, 
        Cara aman membangun dunia digital adalah dengan banyak membaca web parenting. Narasumber berbagi beberapa web parenting. Web Rujukan Digital Parenting
• literasidigital.id (kumpulan buku, video, infografis tentang literasi digital 
yang dapat di unduh secara gratis)
• Smartschoolonline.id (program edukasi terkait pemanfaatan internet yang 
sehat)
• Sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id (artikel, modu, video terkait isu
parenting)
• fosi.org (beragam panduan dan tools pengembangan digital parenting
• beinternetawesome.withgoogle.com
        Tips berliterasi digital yang aman dari Om Jay:
Seabiknya kita mulai, 
• Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat rumah
• Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal, jauhi phising dengan tidak meng-klik link sembarangan
• Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas baik untuk akun maupun gawai, biasakan menggunakan two step authentication
• Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat kita rawan jadi target kejahatan digital.
• Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital
        Aman Berinternet Bersama Anak, 
• Jaga Komunikasi dengan anak
• Bekali diri dan terus belajar
• Gunakan fitur dan aplikasi untuk menjaga keamaanan anak di internet
• Buat aturan bersama dan terapkan konsekuensinya
• Menjadi teman, ikuti anak di media sosial dan jangan berlebihan
• Jelajahi, berbagi dan bermain bersama anak
• Jadilah teladan digital yang baik
        Sesi tanya jawab antara narasumber dengan peserta yang bertanya:
1. Bagaimana saya harus bersikap atau bertindak ketika sedang mengajak murid-murid memutar lagu-lagu wajib di youtube dengan memakai infokus tiba-tiba konten pornografi muncul?
Jawaban: kita tetap rileks dan jangan panik, sampaikan kepada mereka bahwa duni digital begitu terbuka, kita harus waspada jangan sampai terpapar pornografi. Inilah pentingnya kita sebagai orang tua dan guru untuk menjadi pemandu bagi anak-anaka kita.
2. Bagaimana caranya menghentikan anak kecanduan bermain game dan bagaimana cara agar anak tidak bermain game?
Jawaban: Kita SBG org tua wajib memberikan keteladanan. Ajak anak beraktivitas di luar rumah misalnya dengan bermain bola dan hobi yang mereka minati. Biar bgm pun game ada sisi positifnya juga. Dalam games mengajarkan anak menjadi seorang pemenang.
• Bantu memberikan konten yang baik atau bagus
• Pengingat penggunaan screen 
• Salah satu wadah komitmen keluarga
• Mengetahui dimana posisi anak berada
buat WA Group keluarga atau Manfaat Family Link Apps
Kesimpulan:  • Orang tua harus sebagai rule model
• Dampingi anak saat mengakses internet
• Batasi waktu atau durasi penggunaan gadget
• Diskusikan tentang resiko atau dampak buruk dari penggunaan gadget yang berlebihan
• Risiko kejahatan ruang digital bisa diatasi dengan kecakapan literasi digital
• Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga harus lebih cermat dan bijak dalam ruang digital
3.Bagaimana keamanan digital untuk penyimpanan file/surat2 berharga seperi ijazah, surat tanah, SK yang kita simpan Filenya menggunakan penyimpanan yang disediakan diinternet seperti Drive, dropbox, google foto dan jenis penyimpanan data online lainnya. Apakah aman atau tidak?
Jawaban: hal yg paling penting, hati-hati agar akun WA anda tdk diretas org yg kurang bertanggung jawab, infonya bisa dibaca di https://tirto.id/tips-amankan-whatsapp-agar-tak-mudah-diretas-fGKV


    Narasumber:
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Ada pertanyaan bagus, tidak semua orang tua lebih cerdas masalah digital dibanding anak-anaknya. Bagaimana pemerataan kepada semua orang tua dan anak-anak untuk cakap digital dan bagaimana kita mengajak anak yang tertutup karena takut bisa jadi diancam orang di dunia digital?
Sebagai ortu dan guru kita harus lebih memahami ranah dunia digital dibandingkan anak-anak kita untuk bisa optimal dalam menjaga anak-anak kita di dunia digital. Itulah emngapa kita perlu belajar literasi digital dengan baik dan benar
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills)
Ajarkan anak-anak kita etika digital, infonya bisa dibaca di https://tirto.id/tips-dan-cara-mengajarkan-etiket-digital-pada-anak-fVBP, semoga bermanfaat.